| Jalan Raya |
Meredam emosi saat berkendara di jalan raya memang bukan perkara mudah. Maka itu, tidak mengherankan bila terjadi banyak kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi akibat seseorang tidak mampu meredam emosi mereka.
Anthoni Dio Martin, seorang praktisi bisnis, trainer, speaker, ahli psikologi, dan juga personal coach menjelaskan mengapa seseorang gampang marah saat di jalan. Menurutnya, bila dilihat dari kecerdasan emosi (EQ), ada beberapa faktor yang menyebabkan kecelakaan.
1. Pribadi yang emosian
Orang yang sensitif mudah meledak-ledak. Untuk itu, orang yang emosian perlu ekstrahati-hati saat di jalan. Di jalan, semuanya tidak bisa diprediksi dan banyak hal ataupun gangguan yang tiba-tiba mudah memicu emosi orang yang (pada dasarnya) memang emosian.
2. Hal menjengkelkan bisa tiba-tiba terjadi tanpa bisa diprediksi
Yang jelas, lebih gampang kendalikan emosi pada situasi yang mudah diantisipasi ketimbang yang sulit diantisipasi. Misalnya, siapa yang bisa tahu jika tiba-tiba motor di depan Anda belok seenaknya, tiba-tiba orang membuang puntung rokok dan mengenai Anda atau kendaraan Anda.
3. Cuaca panas
Kondisi cuaca yang tidak bersahabat juga bisa memicu seseorang mudah marah.
"Kondisi cuaca yang panas terbukti membuat seseorang lebih gampang panas juga," kata Anthony.
4. HALT
Gampang marah di jalan raya juga bisa diakibatkan oleh faktor situasional pada diri. Dalam hal ini, Anthony menjelaskan ada empat faktor yang disebut HALT yaituhungry (lapar), angry (marah yang terjadi sebelum bawa kendaraan), late(terlambat dan terburu-buru), dan tired (letih). Situasi seperti inilah yang membuat seseorang lebih mudah terpancing emosinya.
Sumber : rona.metrotvnews.com
Tidak ada komentar: