![]() |
| Wanita Bertato |
![]() |
| Proses pembuatan tato |
Tato adalah suatu tanda yang dibuat dengan memasukkan pigmen ke dalam kulit. Tato ditemukan untuk pertama kalinya pada sebuah mumi yang terdapat di Mesir. Dan konon hal itu dianggap yang menjadikan tato kemudian menyebar ke suku-suku di dunia, termasuk salah satunya suku Indian di Amerika Serikat dan Polinesia di Asia, lalu berkembang ke seluruh suku-suku dunia salah satunya suku Dayak di Kalimantan.
Tato dibuat sebagai suatu symbol atau penanda, dapat memberikan suatu kebanggaan tersendiri bagi si empunya dan simbol keberanian dari si pemilik tato. Sejak masa pertama tato dibuat juga memiliki tujuan demikian. Tato dipercaya sebagai simbol keberuntungan, status sosial, kecantikan, kedewasaan, dan harga diri. Namun tato yang saat ini telah menjadi trend yang sudah mendunia banyak digunakan orang. Akan tetapi ternyata tato menyimpan dan berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Dilansir dari Huffington Post, berikut bahaya yang dapat ditimbulkan oleh tato berdasar Dr. Marie Leger dari New York University Langone Medical Center.
1. Infeksi
Infeksi tato ini dapat muncul dari berbagai macam sumber seperti dari tinta, jarum, dan lain sebagainya. Infeksi yang banyak terjadi adalah infeksi yang berasal dari bakteri. Bakteri mycobacterium chelonae ini biasanya berasal dari rinta dan dapat menimbulkan ruam yang menyakitkan dan bertahan lama. Selain bakteri, mungkin juga terjadi infeksi yang berupa jamur, virus, dan mungkin juga menimbulkan kutil.
2. Alergi
Tato dapat menyebabkan alergi dalam kulit. Seseorang dengan kulit yang tipi cenderung rentan untuk mengalami alergi ini. Hanya saja alergi ini juga tidak dapat ditebak. Bisa saja ketika membuat tato pertama seseorang tidak mengalami alergi namun baru timbul ketika membuat tato kedua atau ketiga. Masalah inipun juga sulit untuk diatasi. Beberapa dapat diselesaikan dengan menyuntikkan steroid, namun banyak juga yang sampai membutuhkan operasi untuk mengangkat kulit yang bermasalah.
3. Tertutupinya kulit
Memiliki tato dapat menutup masalah-masalah kulit yang terjadi. Tato disebut dapat menutupi dan membuat beberapa kasus kanker kulit. Tato dapat membuat dermatologis kesulitan untuk melakukan pengawasan terhadap kulit dan mencari bibit-bibit kanker kulit.
4. Paparan matahari
Walaupun terlihat tertutup, tetapi tato ternyata dapat meningkatkan risiko kulit terbakar sinar matahari. Bagi sebagian orang, paparan sinar matahari ini dapat membuat tato mereka menjadi gatal. Warna yang paling rentan menyebabkan kulit terbakar pada tato adalah warna kuning, hitam, merah dan biru.
5. Rentan terbakar MRI
Orang yang memiliki tato akan bermasalah ketika mereka melakukan pemeriksaan MRI. Ketika melakukan MRI ada kemungkinan terjadi sengatan dari mesin terhadap bagian-bagian tato yang ada di tubuh. Sengatan ini membuat kulit bagaikan terbakar. Kasus ini potensial terjadi pada tato dengan warna merah dan hitam. Tinta yang digunakan untuk kedua tato ini banyak menggunakan unsur-unsur besi.
Tato memang dapat membuat tampilan Anda jadi lebih menarik dibanding sebelumnya. Tetapi dengan melihat dampak negatifnya terhadap kesehatan, sebaiknya Anda berpikir ulang sebelum memilikinya.

Tidak ada komentar: